Minggu, 10 Mei 2015

Teori Yang Berhubungan Dengan Sistematika Penulisan

Metode & Sistematika Penulisan

1.1 METODE PENELITIAN

1.1.1 Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, penulis menggunakan beberapa metode sebagai berikut:

A. Metode Wawancara
Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam pengembangan Sistem Informasi kehadiran mahasiswa maka dilakukan wawancara terhadap stakeholder. Wawancara yang dilakukan untuk mencari data mengenai sistem serta kebutuhan-kebutuhan lain yang diperlukan yang belum tercukupi dari sistem.

B. Metode Obervasi
Selain metode wawancara, metode observasi juga dilakukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Observasi dilakukan dengan menganalisa terhadap sistem serta aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi terhadap jalannya sistem baik dari sisi lingkungan maupun dari sisi pengguna sistem itu sendiri.

C. Metode Studi Pustaka
Metode study kepustakaan dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dilakukan dengan mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, referensi dapat diperoleh dari buku-buku atau internet.

1.1.2 Sumber Data
Sumber-sumber data yang dibutuhkan dalam hubungannya dengan pengumpulan data dikelompokkan menjadi:

Sumber Data Primer, Diperoleh dari narasumber-narasumber yang berhubungan dengan objek penelitian. Dalam hal ini adalah stake holder dan staf dari bagian BAAK.
Sumber Data Sekunder, Diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal ilmiah, thesis, dan sebagainya, yang memuat informasi-informasi yang diperlukan dalam penyusunan Tugas Akhir.


1.2 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam penulisan Tugas Akhir, penulis membuat sistematika dalam 4 Bab yaitu:

Bab I : Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang, identifikasi dan perumusan masalah, batasan/ruang lingkup masalah, maksud dan tujuan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

Bab II : Landasan Teori
Bab ini berisi teori-teori pendukung penganalisaan dan pengembangan sistem, yang meliputi: pengembangan sistem, perancangan sistem, konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, konsep dasar sistem informasi, pengertian UML,PHP penggambaran sistem dengan menggunakan UML,PHP serta teori-teori lainnya yang digunakan untuk mendukung penganalisaan dan pengembangan sistem baru yang diusulkan

Bab III : Pembahasan
Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum AMIK Wahana Mandiri, tata laksana sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, dan alternatif pemecahan masalah,diantaranya tata laksana sistem yang diusulkan menggunakan Unified Modeling Language (UML), desain tampilan sistem yang diusulkan.

Bab IV: Perancangan Sistem
Pada bab ini merupakan penjabaran hasil desain yang diusulkan oleh peneliti, sarana pengolahan data spesifikasi hardware dan software serta desain implementasi.

Bab V: Penutup
Ini berisi tentang kesimpulan hasil analisa dan rancangan sistem dalam rangka menjawab tujuan penelitian yang diajukan, serta saran-saran yang penulis berikan untuk lebih memaksimalkan kinerja sistem baru.

Daftar Pustaka
Daftar pusataka ini berisi tentang judul-judul buku, artikel-artikel yang terkait dalam laporan ini

Lampiran
Lampiran ini berisikan bentuk tampilan listing program yang dirancang dengan menggunakan Macromedia Dreamweaver 8 sebagai interface dan MySQL sebagai Database

Senin, 13 April 2015

Data



Data
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

Jenis Data
Primer : Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survei dan (2) metode observasi.
Sekunder :
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

Cara Mengumpulkan Data
Cara Mengumpulkan DataUntuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, data harus dikumpulkan dengan cara dan proses yang benar. Terdapat beberapa cara atau teknik untuk mengumpulkan data yaitu :

1. Wawancara (interview) yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka secara langsung.

2. Kuesioner (angket) adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim atau menggunakan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan.

3. Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun gejala alam.

4. Tes dan Skala Obyektif adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti.

5. Metode proyektif adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis suatu obyek melalui ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya lukisan atau tulisan.

Variabel Penelitian
Variabel Penelitian adalah suatu atribut, nilai/ sifat dari objek, individu / kegiatan yang mempunyai banyak variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari Informasinya serta ditarik kesimpulannya.
 
Contoh: Jika  kita membicarakan mengenai mahasiswa, hal itu belum dapat dikatakan variabel. Sebab mahasiswa saja hanya merupakan sebuah konsep. Tetapi jika kita sudah membicarakan mengenai Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, itu artinya kita sudah bisa dikatakan membicarakan variabel, karena Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu termasuk kategori.

Jenis-Jenis Variabel
1.      Variabel Independent dan Dependent
Variabel bebas atau independent kadang-kadang disebut variabel prediktor, treatment, stimulus, penyebab, input dan lain-lain adalah variabel yang dimanipulasi untuk mengamati efeknya terhadap variabel tergantung.
2.      Variabel Intervening
Variabel intervensi adalah variabel mediasi mengacu pada proses abstrak yang tidak secara langsung diamati tetapi memiliki link di antara variabel independent dan dependent.
3.      Variabel Moderating
Variabel moderating adalah varaibel mediasi yang sudah diidentifikasi, diukur dan dipertanggungjawabkan mempengaruhi keterkaitan variabel independent dan dependent.
4.      Variabel Control
Variabel kontrol adalah variabel yang menyebabkan hubungan variabel bebas dan tergantung tetap konstan. Variabel ini mengeliminasi dampak yang diakibatkan dari adanya variabel-variabel moderating.
5.      Variabel Asing (Extraneous)
Variabel extraneous atau variabel asing adalah faktor-faktor dalam lingkungan penelitian yang mungkin memiliki efek terhadap variabel dependent, tetapi tidak diketahui keberadaanya.

Skala Pengukuran
Skala merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat mengukur, karena diperoleh hasil ukur yang berbentuk angka-angka.[1][1] Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat emas, dibuat dengan skala mg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg. Meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantutatif panjang dengan satuan mm.
Dengan skala pengukuran ini, maka nilai variabel yang diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif. Misalnya berat emas 19 gram, berat besi 100 kg, IQ seseorang 150. Selanjutnya dalam pengukuran sikap, sikap sekelompok orang akan diketahui termasuk gradasi mana dari suatu skala sikap


Sumber:




Hipotesis


Manfaat: Hipotesis dapat menunjukkan masalah penelitian, menunjukkan variabel penelitian, menunjukkan metode analisa data dan kesimpulan.

Hipotesis terbagi atas 3:
Hipotesis Deskriptif
Hipotesis Komparatif
 Hipotesis Asosiatif

Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
Dapat diuji secara alamiah
Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat


Sumber :
http://fatmawahyuningsih.blogspot.com/2013/04/hipotesis-dan-manfaatnya.html

Metode Ilmiah



Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis. Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut: Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran), hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran), prediksi (deduksi logis dari hipotesis) & eksperimen (pengujian atas semua hal di atas).

Kemudian karakteristik dari metode ilmiah adalah bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah. Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia. Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.

Langkah – Langkah Metode Ilmiah  antara lain; Menyusun rumusan masalah, menyusun kerangka teori, merumuskan teori, melakukan eksperimen, mengolah dan menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mempublikasikan hasil.

Contoh dari metode ilmiah
BAB IPENDAHULUAN berisi;

1.1 Latar Belakang Masalah  = Yaitu fenomena yang ada pada berita atau artikel serta diberikan alas an yang jelas mengenai pengambilan judul.
1.2  Rumusan Masalah = berisi pertanyaan, seperti contohnya – mengapa teknologidijadikan sebagai media penyimpanan informasi?
1.3  Tujuan Penulisan
1.4  Manfaat Penulisan
1.5 Metode Penelitian = Berisi metodenya, contoh : Di dalam pembuatan makalah ini, saya menggunakan bahan pustaka sebagai metode penelitiannya.

BAB II PENGENALAN TEKNOLOGI
2.1  Pengertian Teknologi = berisi teori berdasarkan judul yg dibahas
2.2  Manfaat Teknologi = Dijelaskan manfaat dari teknologi
2.3  Macam – macam Teknologi = Dijelaskan macam jenis teknologi

BAB III MANFAAT TEKNOLOGI SEBAGAI, MEDIA PENYAMPAIAN INFORMASI
3.1 Manfaat Teknologi
a.  Memenuhi Kebutuhan Hidup
b. Sebagai jalan komunikasi
3.2 Peran Teknologi
3.3 Penggunaan Teknologi

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan = Berisi inti dari pembahasan dalam penulisan dan jawaban atas rumusan masalah
4.2 Saran = Berisi perbaikan untuk menunjang perkembangan penulisan


Sumber :